Selasa, 10 Maret 2026

Baca Tidak Selalu Buku

 

"BACA TIDAK SELALU BUKU?"

Saya harus membaca buku, membaca adalah cara mengetahui banyak hal, buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya. Siang ini ketika sedang berada di ruangan bersama Pak PHU Ngada, kami bercerita tentang kondisi Kampung di Alor, saya mendengarkan cerita Pak PHU. Sebab Alor adalah kampung asal beliu.

            Di ruangan PTSP, Pak Naris sedang melayani para guru Agama Katolik Non PNS untuk verifikasi berkas sebagai persyaratan penerimaan insentif. Saya pagi tadi sempat membantu kerjaan Pak Naris walau sebentar saja. Saya sampe saat ini masih bekerja di urusan PHU hingga PHU benar benar memiliki kantor sendiri, dan terpisah dari Kemenag Ngada, sesuai arahan Pak Kakan Kemenag Ngada.

            Tadi malam kami membaca KMA (Keputusan Menteri Agama) tentang pengalihan Pegawai Kemenag ke Kementerian Haji, teman seruangan saya Ibu Pertiwi akhirnya di panggil ke Kemenhaj. Kanwil NTT di Kupang, tentu kabar gembira, dan pagi tadi saya menyampaikan proficiat terhadap beliau.

            Hari ini cuaca agak baik, saya sempatkan diri  makan siang bersama Pak Sensis guru SMP Teding di warung sambil menunggu kehadiran Pak Antris Paku yang masih mengurus berkasnya di BRI. Mereka berdua datang ke Kemenag untuk mengurus insentif guru, saya bertemu juga Pak Jois guru dari Aimere, Pak OSS Ceme guru dari SDI Ngedukelu, dan Pak Agung guru dari Aimere. Kami sempat foto bersama di luar ruangan, sebelum mereka mengurus berkasnya.

            Saat saya kembali ke Kantor saya coba mencari buku-buku filsafat saya yang saya copy dari Bapak Uskup Atambua beberapa tahun lalu di Fakultas Filsafat Unwira, selama ini saya berpikir bahwa buku-buku itu telah hilang. Setelah scroll Laptop akhirnya saya menemukan ratusan buku tersebut di file yang memang agak susah saya temukan jika dicari secara manual. Wah saya menjadi gembira sebab saya menemukan semua buku tersebut dalam keadaan utuh, masih banyak dan tentu tidak ada yang saya hapus.

Dalam hati saya berjanji untuk memburu, membaca semua buku ini sebagai balasan atas S2 saya yang tertunda atau belum sempat. Selama ini saya selalu mendaftar beawaiswa LPDP untuk bisa mendapatkan kesempatan lanjut S2 tetapi tiga kali saya daftar semuanya gagal total. Panitia tentu tidak mengijinkan orang lanjut s2 Filsafat seperti persis yang saya daftar, saya hanya ingin melanjut S2 saya ke Filsafat, ini pemikiran saya saat masih idealis, sekarang saya masih ingin S2 tetapi lebih realistis, s2 untuk kerja, membantu peningkatan kualitas diri dan lainnya, tidak harus Filsafat lagi.

            Gagal dapatkan beasiswa s2 lewat jalur LPDP tetapi jangan menyerah mencari ilmu. Baca adalah kuncinya. Saya memiliki banyak waktu luang ketika pulang kantor, apalagi masa puasa, kami pulang jam tiga sore, dan saya berkesempatan membaca buku sebanyak-banyaknya. Yeah minimal satu jam sehari di waktu sore dan satu jam sehari di waktu pagi, jikapun lebih banyak membaca lebih baik.

BACA BUKU!. Baca tidak untuk pintar, tau banyak tetapi agar saya bijak, saya menjadi filsuf, bisa menepis banyak krikikan orang, bisa memahami hidup secara lebih baik, bisa membantu orang memahami, bisa mengatasi persoalan dengan baik. Baca buku agar saya paham cara kerja dunia ini, cara kerja instansi, agar saya berisi, tidak mudah dibodohi, tidak mudah dikelabui, biar orang jangan menyepelehkan saya, baca biar isi kepala saya penuh dan siap untuk kondisi apapun ke depannya, mungkin saja saya berkesempatan sekolah lagi, mungkin saya bisa menjadi pemimpin, dan banyak hal, semua bisa jika saya memilik pemahaman yang luas, pengetahuan yang mendalam. Baca buku.

Membaca tidak selalu buku, tetapi yang saya maksudkan adalah baca buku. Saya memiliki koleksi buku filsafat hampir 300 judul. Saya harus menghabiskanya dengan membaca. Walau sebagian besar dalam bahasa Inggris, tetapi saya tidak takut, saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, saya bisa membaca buku dalam bahasa Inggris.

Setiap pulang kantor saya harus baca buku. Baca saja, mulai saja, perlahan menjadi kebiasaan dan hoby. Saya memiliki hoby menulis, maka menulis tanpa membaca isinya cuman hayalan, saya bosan membaca opini para DPRD Ngada, opini di Ngada Bangkit yang tidak berisi, tidak puas untuk saya baca, tidak mendalam, tidak memiliki dasar. Saya ingin bacaan yang berat, yang menantang otak dan pemikiran saya.

Revew buku, beberapa minggu lalu saya baru menyelesaikan bacaan suatu buku berjudul psychology of money, bagaiamana sang penulis mengarahkan agar uang itu diatur, kita hanya tau mencari uang tetapi kadang tidak tau mengaturnya, tidak tau memanajemennya, kehabisan uang kadang dipengaruhi oleh emosi, oleh keinginan yang tidak dikontrol secara baik. Saya sempat membaca buku berjudul seni bersikap bodoh amat, tetapi baru di halaman awal saya tinggalkan itu sebab saya tertarik dan mulai membacanya satu buku ini yang berjudul Filofofi Teras.

Filosofi Teras, judul ini ternyata adalah terjemahan dari bahasa Yunani yang mau menjelaskan bagaiamana para penggagasnya awal memperkenalkan filsafat ini bukan di ruang-ruang umum, tetapi di pinggiran, di teras pasar, di luar Athena. Filosofi teras mengulas tantang stoik atau stoisisme, yakni suatu ajaran filsafat Praktis yang mengajarkan tentang bagaiman hidup, mengontrol diri, bahwasannya, kita tidak bis mengontrol apa yang orang lain piker dan katakana tentang saya tetapi kita bisa mengontrol reaksi kita terhadapnya.

 

 

So, baca buku.

 Mo Baca buku hayuk scan di bawah ini

 

Bajawa, 11/03/2026

bezy_sintuz, ruangan PHU Ngada

 

 






 

Minggu, 08 Maret 2026

Awal Liburan Lebaran

 

Awal Pekan Menuju Libur

Hari ini Senin, 09 Maret 2026 cuaca kota Bajawa agak dingin. Yeah sedikit kabut dan hujan gerimis. Saya tiba di kos tadi tepat jam 07.35 pagi lalu siap diri sekitar 10 menitan dan baru bisa ke Kantor pada jam 07.50. Kami mengadakan apel di aula Kantor yang dipimpin langsung oleh Pak Kakan.

Dalam amanahnya Pak kakan mengecek kehadiran pegawai, mengingatkan untuk disiplin bagi yang sering terlambat, serta mengapresiasi kerja-kerja pegawai yang menyukseskan dua kegaitan besar yang telah lewat yakni, Kunjungan direktur Pendidikan katolik ke SMAK Langa dan juga kunjungan Pak Kakanwil ke Kantor Kemenag Ngada, semua berjalan baik adanya serta mendapatkan apresiasi dari para pengunjung.

Apapun itu adalah suasana kantor, saya hanya pengen berkisah soal-soal lain. Minggu ini menjadi minggu terakhir kerja sebelum liburan Lebaran serta libur lainnya yang akan terjadi minggu depan. Saya suka liburan agar bisa kembali ke kampung dan membereskan beberapa pekerjaan yang menumpuk, sawah saya, ladang dan juga tanaman kemiri yang saya tanami awal musim hujan. Saya berencana mengisi liburan ini dengan fulltime di maronggela.

Yang paling bahagia di Minggu sebelum liburan ini adalah bahwa kami akan menerima THR, yakni semacam gaji 13 atau tambahan hehehe yeah biar tutup utang yang menumpuk. Semoga bulan ini menjadi akhir dari semua beban keuangan saya, april dan seterusnya saya tidak memiliki utang lagi. Bagi laki-laki kestabilan finansial itu sangat penting. . itulah mengapa saya merasa belum siap berpasangan, sebab saya belum stabil secara finansial.

Perawal April ini saya merencanakan manajemen keuangan saya harus lebih baik, pengeluaran pokok tentu wajib, pengeluaran untuk kebutuhan dipress dan lebih banyak menyimpan. Saya memiliki pengeluaran kotor ialah membayar sewa kos-kosan 750 rb tambah bensi saya selama 1 bulan bisa mencapai 400 ribu, pulsa dan data 200 ribuan, serta uang lauk bisa mencapai 300 ribuan, maka pengeluaran saya selama satu bulan bisa mencapai 1 juta 700 ribu dan tentu saya bisa saving 4 jutaan per bulan.

Una saya banyak dihabiskan untuk membiayai kerja sawah juga menambah beli motor dan menutup utang-utang, uang yang saya pinjam saat awal pengurusan berkasa serta tes dan pelantikan P3K. saya sudah empat bulan bekerja dan sudah mulain menyicil utang saya yang sampe saat ini tinggal sedikit lagi selesai. Setelah terima THR ini utang harus lunas.

bezy_sintuz

Kemenag Ngada, 09 maret 2026



Kamis, 05 Maret 2026

Last Day of Manasik

 

“Last day of Manasik”

              Kegiatan manasik haji herakhir pada hari ini, setelah Pak Abdul Salem dan Ibu Novi menutup acara secara resmi di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngada pada jm 10.30 pagi.

Saya sejak kedatangan tadi pagi dan usai apel kekuatan bersama teman-teman di halaman kantor, langsung menuju aula Kantor untuk menyiapkan LCD, speaker, mic dan juga menyambungkannya ke Laptop Pak PHU atau pak Abdul Salem.

Setelah selesai menyiapkan dan saya merasa bahwa all things is ready, saya meminta ijin untuk pergi temani Rolin Ghena ke Rumpun Bambu untuk print fotonya dan terus ke Samsat untuk mengurus SKCK. Rolin mengurus semuanya untuk mendaftar pekerjaan yang saya sendiri juga belum tau persis.

              Sekembali dari Samsat, kami semua bersama Jemaah Calon Haji berkumpul di aula Kemenag untuk mengikuti acara penutupan secara resmi. Saya membatu mendokumentasikan semuanya dan memberreskan kembali semua peralatan yang dipinjam dari Pendkat dan dari TU. Akhirnya selesai manasik haji.

              Part berikutnya, saya menuju ruangan Pandkat untuk berkonsultasi dengan kepala Seksi Pendkat sebab pagi tadi beliau sudah menginformasikan kepada saya agar bertemu beliau untuk membahas lanjut kerja saya. Pada pertemuan kami yang kurang lebih satu jam dari 11.00-12.00 siang, Pak Kasi (Piter Dao S.Fil) menjelaskan rincian tugas saya. Untuk yang paling mendesak ilah urusan selisih tukin dan juga RKT.

a.      Selisih Tukin ialah menghitung selisih tunjangan kinerja para guru Kemenag, yakni dengan rumusannya ialah : Tunjangan Kinerja dikurangai tunjangan profesi dapatlah besaran selisih tukin. Sendangkan untuk memastikan berapa besaran tunjangan kinerja ialah dari SK para guru tersebut dan untuk besaran bulanaan yang diterima (tukin) biasanya ada potongan oleh karena ketidakdisiplinan pegawai (terlambat, pulang cepat, atau tidak hadir kerja).

b.      RKT adalah rencana kerja tahunan. Hal ini menjadi sesuatu yang perlu saya kerjakan sebagai pertanggungjawaban nanti, saya belum memahami RKT ini, namun Pak Kasih mengarahkan saya bertanya kepada Pak Naris dan jika bingung bertanya kepada Beliau langsung.

Selain dua hal di atas ada beberapa poin pembicaraan Pak Kasih, seperti : bekerja harus jujur atau tulus tetapi mesti cerdik juga menghadapi berbagai pegawai yang memiliki latar belakang dan karakter berbeda beda. Pentingnya kita menjadi cerdik agar kita tidak mudah tertipu atau bahkan menjadi korban dari sesuatu yang kita tidak tahu.

Saya berusaha bekerja dan mengupgrade diri agar bisa tau persis cara kerja, semua berbasis internet dan yang paling sering digunakan adalah aplikasi Exel. Saya harus paham exel secara baik dan itu sangat membantu pekerjaan kantoran seperti saya.

SLOW BUT SURE

 

Ruangan PHU Ngada

Kamis, 12 Februari 2026

Krisantus Yustus

             



Mekah

“Mekah”

Saya tertawa lepas ketika mendenganr cerita dari Ibu Nursia dan Ibu Pertiwi tentang anak-anak yang datang ke Mesjid. Anak-anak tersebut kaget dan saling cerita ke teman lain bahwa mereka lihat ada mekah di Masjid.

Hari ini, Rabu 11 Februari 2026 kegiatan manasik haji untuk hari ketiga terjadi di Masjid Al Guraba Bajawa. Manasik artinya latihan atau simulasi tentang ibadah haji. Kali ini kami memluai kegiatan sejak jam 08.00 pagi samapai selsai dengan pemateri utama adalah Haji Nasir berasal dari Nagekeo.

Haji Nasir menyampaikan materi yang sangat detail tentang Haji, ibadah, perjalanan, peraturan dan sangsi – sangsinya. Pada sore setelah makan siang belua mempraktekannya dengan membuat simulasi.

Peserta manasik haji berjumlah 11 orang dengan beberapa hadir sebagai keterwakillan peserta yang tidak sempat hadir. Kami semua makan siang di Masjid. Pada suatu momen pak Nasir membentangkan salah satu berupa Kabah, anak-anak sontak teriak bahwa itu Mekah.

Saya membantu memfasilitasi dengan menyiapkan LCD, menyiapkan speaker, menyiapkan mic serta membantu mendokumentasikan kegiatan. Akhirnya pada jam 05. 00 sore saya harus gonceng dengan pak PHU menuju Kantoar untuk kembali memuat barang-barang yang telah dipinjamkan dan juga mengambil motorku.

 

 

Rabu, 11 Febrarui 2026

Krisantus Yustus

 



Fasilitasi Manasik Haji H2

 

Fasilitasi Kegiatan Manasik Haji Hari 2

Dalam pertemuan kami bertiga bersama Pak Kakan Kemenag beberapa hari lalu, beliau menugaskan kami untuk pindah ke seksi lain di Kemenag tetapi tetap duduk atau bekerja melalui ruangan PHU yang sekarang sudah berubah menjadi Kementerian Haji.

Saya ditugaskan ke seksi Pendidikan Katolik. Menyikapi hal itu, saya melakukan pertemuan dengan kepala seksi pendkat agar bisa diberikan tugas terhadap saya, dan itu menjadi kerjaan nyata saya.

              Pak kasi pendkat kemudian memberikan tugas kepada saya beberapa hal yakni antara lain membuat laporan kinerja bulanan Pendkat, dan lain sebagaianya yang tidak sempat saya catat. Tetapi saya tetap bekerja dari ruangan PHU.

Minggu ini sejak Senin, 09 Februari di PHU ada kegiatan manasik Haji tingkat Kabupaten dan juga tingkat kecamatan. Hari ini, Selasa 10/02/2026 saya membantu menfasilitasi kegiatan tersebut dengan menyiapakan sarana prasarana yakni, Baliho, LCD, mic, speaker dan semua hal lainnya.

              Saya membantu hingga akhir acara. Pemateri pada manasik haji hari kedua ini ialah Pak Kornelis dari Dinas Kesehatan Kab. Ngada berbicara tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi para calon Jemaah haji, dan kedua Pak Haji yang berbicara tentang manasik haji gambaran umum ketika di Mekah nantinya.

              Saya masih bingung dengan peran dan tupoksi saya, masih harus bekerja dua tempat dan memang belum beradaptasi dengan tempat baru serta belum mulai bekerja. Memang Pak Kepala Kantor sudah memberikan amanah secara lisan tetapi belum mengeluarkan Surat Keputusan atau mungkin nota dinas yang mempertegas keputusan dan menjadi kekuatan saya memulai pekerjaan di tempat baru saya.

Hari hari ini memang saya masih tetap membantu kerja PHU.

 

 

Selasa, 10/02/2026

Krisantus Yustus

 



Pembagian Sertifikat PPG

 

Pembagian Sertifikat PPG

            Hari ini Senin, 09 Februari 2026 Seksi Pendidikan Katolik melaksanakan kegiatan pembagian sertifikat PPG untuk para guru Agama Katolik se Kabupaten Ngada yang telah menyelesaiakan perkuliahan mereka.

Saya membantu menyiapkan ruangan untuk persiapan kegiatan.

Bersamaan dengan itu di Kemenhaj terjadi kegiatan pembukaan manasik haji 2026 di auala Kemenag Ngada. Saya berperan menyiapkan ruangan, LCD, speaker aktiv dan juga membacakan laporan Panitia.

            Kegiatan dihadiri oleh Tim Monitoring dari kantor kementerian Haji Wilayah propinsi NTT, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Ngada. Hadir juga Ibu Plt kasubag TU, Kepala seksi dan penyelenggara.

Peserta manasik haji berjumlah 11 orang, sebagain besar berasal dari Pulau Selayar. Karena banyak yang datang terlambat maka kegiatan diundur sampai jam 10.30 Wita.

Pak Abdul Salem yang saat ini sebagai coordinator penyelenggara haji dan umrah kabupaten ngada memberikan materi pengantar.

 

 

Senin, 09 Februari 2026

Krisantus Yustus

 




Minggu, 03 Maret 2024

Perihal Hidup

 Perihal Hidup:

Sejak awal 2023, saya sudah disibukkan dengan satu pekerjaan baru yakni penyelenggara Pemilu persisnya panwaslu desa (PKD). Suatu pekerjaan yang mulia demi bangsa dan tanah air. Kata- kata Mgr. Soegijapranata, SJ benar menginspirasi, bawasannya 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia. Kalimat ini mirip dengan suatu ungkapan Latin "Pro Ecclesia et Patria" Demi Gereja dan negara, dan aku mengabdi untuk negara, mengawal pemilu di desaku dengan baik semampuku.

Politik Nasional tahun ini riuh dengan bermacam dinamika dan kontroversinya. Petahana menyatakan itu strategi, oposisi justru melihatnya sebagai cacat konstitusi, dan cendekiawan mengkritisi semua itu. Jokowi selaku presiden kita, mengintervensi MK agar bisa meloloskan anaknya menjadi wakil dari Prabowo. Pasangan ini kemudian menjadi rival dari Ganjar-Mahfud usungan PDIP dan Anis-Caimin usungan Nasdem serta beberapa parpol lainnya. Kampus-kampus resah dengan fenomena politik ini, bagi mereka telah terjadi dan dipertontonkan kepada masyarakat suatu pelanggaran etika dan moral oleh para elit. Politisi nasional bahkan menganalisa bahwa, King Maker dari politik tahun-tahun ini adalah Pak Jokowi. Beliau haus kekuasaan, ingin jadi presiden 3 periode, ingin memperpanjang masa jabatan, dan ingin tunda pemilu. Nasional ribut.!

Saya menikmati pertengkaran elit-elit ini dan terbawa dengan situasi yang tanpa arah. Yah tanpa arah. Saya memikirkan hanya tentang kehidupannku. Apa yang bisa saya lakukan dalam situasi dan konteks seperti ini. Saya jadi penyelenggar di desaku. Cerita singkat sebagai penyelenggara ini berakhir seminggu setelah tanggal 14-02-2024, hari pemilu. (Pemilihan presiden dan wapres, DPRRI, DPD, DPRD I, DPRD II). Dalam setahun ini saya belajar untuk bertanggung-jawab terhadap negara melalui tugasku. Saya masuk dalam system, berkolaborasi dengan teman-teman penyelenggara teknis di tingkat desa, mulai dari PPS, KPPS, Pantarlih, bahkan PPK, serta sesama pengawas, Panwascam, PKD lainnya, dan PTPS. Kisah yang menarik untuk dilukiskan dalam kata.

Persetan dengan politisi nasional. Persetan dengan chaos yang sedang terjadi. Persetan dengan isu-isu politik yang memecah belah masyarakat bawah. Usai kontestasi ini, para elit bersilahturahmi, saling maaf-maafan untuk dapat kue kekuasaan, sedang masyarakat bawah bertikai demi ideologi yang mereka anut, demi politisi yang mereka jagokan. Hey, ingatlah, politik nasional tanpa arah, jangan terlalu fanatik terhadap sesuatu yang tidak permanen, yang bisa berubah. Sebab dalam politik tidak ada yang abadi, selain kepentingan. Masyarakat bawah, orang yang anda benci hari ini mungkin akan menjadi orang yang sangat kamu butuhkan suatu waktu, sebaliknya yang kamu jagokan mungkin akan jadi musuhmu setelah kepentingan berubah... Nikmati tanpa harus terbawa arus... Hehehe...

Untunglah di sela-sela kesibukan sebagai penyelenggara, saya tetap menyisihkan waktu untuk tugas-tugasku yang lain dan tidak kalah penting. Kerja setiap hari tanpa henti, dan itulah semangatku. Memang bukan hidup untuk kerja, tetapi kerja untuk hidup. Dengan filosofi ini, saya menikmati kerja-kerjaku, seberat apapun itu, selalu ada harapan bahwa semuanya pasti membuahkan hasil yang baik, saya mendapatkan upah yang pantas, dan saya menikmati.

Pesan sederhana yang sering saya renungkan. Kalimat ini saya dengar pertama kali dari Padre Remigius, OCD beliu katakan: "Do the best you can, and the Lord will do the rest", kerjakan sebaik mungkin yang kamu bisa, Tuhan akan menyempurnakan. Inilah tanda orang beriman, bawasannya selalu ada Tuhan yang memberkati, selalu ada diriku yang bekerja keras, dan selalu ada orang lain yang mendukung maupun sebaliknya. 

     Daripada pusing dengan politik, mending sibuklah menata hidup, siapa tau perubahan di tingkat atas mulai dari kita di bawah. 


That.'s life.


Maronggela, Senin 4/3/24

bezy_sintuz

  "BACA TIDAK SELALU BUKU?" Saya harus membaca buku, membaca adalah cara mengetahui banyak hal, buku adalah jendela dunia dan me...