Kamis, 05 Maret 2026

Mekah

“Mekah”

Saya tertawa lepas ketika mendenganr cerita dari Ibu Nursia dan Ibu Pertiwi tentang anak-anak yang datang ke Mesjid. Anak-anak tersebut kaget dan saling cerita ke teman lain bahwa mereka lihat ada mekah di Masjid.

Hari ini, Rabu 11 Februari 2026 kegiatan manasik haji untuk hari ketiga terjadi di Masjid Al Guraba Bajawa. Manasik artinya latihan atau simulasi tentang ibadah haji. Kali ini kami memluai kegiatan sejak jam 08.00 pagi samapai selsai dengan pemateri utama adalah Haji Nasir berasal dari Nagekeo.

Haji Nasir menyampaikan materi yang sangat detail tentang Haji, ibadah, perjalanan, peraturan dan sangsi – sangsinya. Pada sore setelah makan siang belua mempraktekannya dengan membuat simulasi.

Peserta manasik haji berjumlah 11 orang dengan beberapa hadir sebagai keterwakillan peserta yang tidak sempat hadir. Kami semua makan siang di Masjid. Pada suatu momen pak Nasir membentangkan salah satu berupa Kabah, anak-anak sontak teriak bahwa itu Mekah.

Saya membantu memfasilitasi dengan menyiapkan LCD, menyiapkan speaker, menyiapkan mic serta membantu mendokumentasikan kegiatan. Akhirnya pada jam 05. 00 sore saya harus gonceng dengan pak PHU menuju Kantoar untuk kembali memuat barang-barang yang telah dipinjamkan dan juga mengambil motorku.

 

 

Rabu, 11 Febrarui 2026

Krisantus Yustus

 



Fasilitasi Manasik Haji H2

 

Fasilitasi Kegiatan Manasik Haji Hari 2

Dalam pertemuan kami bertiga bersama Pak Kakan Kemenag beberapa hari lalu, beliau menugaskan kami untuk pindah ke seksi lain di Kemenag tetapi tetap duduk atau bekerja melalui ruangan PHU yang sekarang sudah berubah menjadi Kementerian Haji.

Saya ditugaskan ke seksi Pendidikan Katolik. Menyikapi hal itu, saya melakukan pertemuan dengan kepala seksi pendkat agar bisa diberikan tugas terhadap saya, dan itu menjadi kerjaan nyata saya.

              Pak kasi pendkat kemudian memberikan tugas kepada saya beberapa hal yakni antara lain membuat laporan kinerja bulanan Pendkat, dan lain sebagaianya yang tidak sempat saya catat. Tetapi saya tetap bekerja dari ruangan PHU.

Minggu ini sejak Senin, 09 Februari di PHU ada kegiatan manasik Haji tingkat Kabupaten dan juga tingkat kecamatan. Hari ini, Selasa 10/02/2026 saya membantu menfasilitasi kegiatan tersebut dengan menyiapakan sarana prasarana yakni, Baliho, LCD, mic, speaker dan semua hal lainnya.

              Saya membantu hingga akhir acara. Pemateri pada manasik haji hari kedua ini ialah Pak Kornelis dari Dinas Kesehatan Kab. Ngada berbicara tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi para calon Jemaah haji, dan kedua Pak Haji yang berbicara tentang manasik haji gambaran umum ketika di Mekah nantinya.

              Saya masih bingung dengan peran dan tupoksi saya, masih harus bekerja dua tempat dan memang belum beradaptasi dengan tempat baru serta belum mulai bekerja. Memang Pak Kepala Kantor sudah memberikan amanah secara lisan tetapi belum mengeluarkan Surat Keputusan atau mungkin nota dinas yang mempertegas keputusan dan menjadi kekuatan saya memulai pekerjaan di tempat baru saya.

Hari hari ini memang saya masih tetap membantu kerja PHU.

 

 

Selasa, 10/02/2026

Krisantus Yustus

 



Pembagian Sertifikat PPG

 

Pembagian Sertifikat PPG

            Hari ini Senin, 09 Februari 2026 Seksi Pendidikan Katolik melaksanakan kegiatan pembagian sertifikat PPG untuk para guru Agama Katolik se Kabupaten Ngada yang telah menyelesaiakan perkuliahan mereka.

Saya membantu menyiapkan ruangan untuk persiapan kegiatan.

Bersamaan dengan itu di Kemenhaj terjadi kegiatan pembukaan manasik haji 2026 di auala Kemenag Ngada. Saya berperan menyiapkan ruangan, LCD, speaker aktiv dan juga membacakan laporan Panitia.

            Kegiatan dihadiri oleh Tim Monitoring dari kantor kementerian Haji Wilayah propinsi NTT, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Ngada. Hadir juga Ibu Plt kasubag TU, Kepala seksi dan penyelenggara.

Peserta manasik haji berjumlah 11 orang, sebagain besar berasal dari Pulau Selayar. Karena banyak yang datang terlambat maka kegiatan diundur sampai jam 10.30 Wita.

Pak Abdul Salem yang saat ini sebagai coordinator penyelenggara haji dan umrah kabupaten ngada memberikan materi pengantar.

 

 

Senin, 09 Februari 2026

Krisantus Yustus

 




Minggu, 03 Maret 2024

Perihal Hidup

 Perihal Hidup:

Sejak awal 2023, saya sudah disibukkan dengan satu pekerjaan baru yakni penyelenggara Pemilu persisnya panwaslu desa (PKD). Suatu pekerjaan yang mulia demi bangsa dan tanah air. Kata- kata Mgr. Soegijapranata, SJ benar menginspirasi, bawasannya 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia. Kalimat ini mirip dengan suatu ungkapan Latin "Pro Ecclesia et Patria" Demi Gereja dan negara, dan aku mengabdi untuk negara, mengawal pemilu di desaku dengan baik semampuku.

Politik Nasional tahun ini riuh dengan bermacam dinamika dan kontroversinya. Petahana menyatakan itu strategi, oposisi justru melihatnya sebagai cacat konstitusi, dan cendekiawan mengkritisi semua itu. Jokowi selaku presiden kita, mengintervensi MK agar bisa meloloskan anaknya menjadi wakil dari Prabowo. Pasangan ini kemudian menjadi rival dari Ganjar-Mahfud usungan PDIP dan Anis-Caimin usungan Nasdem serta beberapa parpol lainnya. Kampus-kampus resah dengan fenomena politik ini, bagi mereka telah terjadi dan dipertontonkan kepada masyarakat suatu pelanggaran etika dan moral oleh para elit. Politisi nasional bahkan menganalisa bahwa, King Maker dari politik tahun-tahun ini adalah Pak Jokowi. Beliau haus kekuasaan, ingin jadi presiden 3 periode, ingin memperpanjang masa jabatan, dan ingin tunda pemilu. Nasional ribut.!

Saya menikmati pertengkaran elit-elit ini dan terbawa dengan situasi yang tanpa arah. Yah tanpa arah. Saya memikirkan hanya tentang kehidupannku. Apa yang bisa saya lakukan dalam situasi dan konteks seperti ini. Saya jadi penyelenggar di desaku. Cerita singkat sebagai penyelenggara ini berakhir seminggu setelah tanggal 14-02-2024, hari pemilu. (Pemilihan presiden dan wapres, DPRRI, DPD, DPRD I, DPRD II). Dalam setahun ini saya belajar untuk bertanggung-jawab terhadap negara melalui tugasku. Saya masuk dalam system, berkolaborasi dengan teman-teman penyelenggara teknis di tingkat desa, mulai dari PPS, KPPS, Pantarlih, bahkan PPK, serta sesama pengawas, Panwascam, PKD lainnya, dan PTPS. Kisah yang menarik untuk dilukiskan dalam kata.

Persetan dengan politisi nasional. Persetan dengan chaos yang sedang terjadi. Persetan dengan isu-isu politik yang memecah belah masyarakat bawah. Usai kontestasi ini, para elit bersilahturahmi, saling maaf-maafan untuk dapat kue kekuasaan, sedang masyarakat bawah bertikai demi ideologi yang mereka anut, demi politisi yang mereka jagokan. Hey, ingatlah, politik nasional tanpa arah, jangan terlalu fanatik terhadap sesuatu yang tidak permanen, yang bisa berubah. Sebab dalam politik tidak ada yang abadi, selain kepentingan. Masyarakat bawah, orang yang anda benci hari ini mungkin akan menjadi orang yang sangat kamu butuhkan suatu waktu, sebaliknya yang kamu jagokan mungkin akan jadi musuhmu setelah kepentingan berubah... Nikmati tanpa harus terbawa arus... Hehehe...

Untunglah di sela-sela kesibukan sebagai penyelenggara, saya tetap menyisihkan waktu untuk tugas-tugasku yang lain dan tidak kalah penting. Kerja setiap hari tanpa henti, dan itulah semangatku. Memang bukan hidup untuk kerja, tetapi kerja untuk hidup. Dengan filosofi ini, saya menikmati kerja-kerjaku, seberat apapun itu, selalu ada harapan bahwa semuanya pasti membuahkan hasil yang baik, saya mendapatkan upah yang pantas, dan saya menikmati.

Pesan sederhana yang sering saya renungkan. Kalimat ini saya dengar pertama kali dari Padre Remigius, OCD beliu katakan: "Do the best you can, and the Lord will do the rest", kerjakan sebaik mungkin yang kamu bisa, Tuhan akan menyempurnakan. Inilah tanda orang beriman, bawasannya selalu ada Tuhan yang memberkati, selalu ada diriku yang bekerja keras, dan selalu ada orang lain yang mendukung maupun sebaliknya. 

     Daripada pusing dengan politik, mending sibuklah menata hidup, siapa tau perubahan di tingkat atas mulai dari kita di bawah. 


That.'s life.


Maronggela, Senin 4/3/24

bezy_sintuz

Jumat, 10 Maret 2023

Miniatur Surga Dari Ufuk Timur

 

“ M a r o n g g e l a ”

 Miniatur Surga Dari Ujung Timur Indonesia

Tentang Maronggela :   

Kampung Maronggela adalah dampak dari transmigrasi lokal atau translokasi  yang sebelumnya bertempat di kampung lama Warukia. Alasan utama terjadinya transmigrasi ini antara lain disebabkan oleh kesulitan air minum,  susahnya tumbuh bahan makanan, dan juga jauhnya jarak dari pemerintahan kabupaten. Tetapi dibalik itu semua lebih pada alasan politik. Warukia yang berada di dataran tinggi meski berpindah ke lembah Maronggela.

 Sejak pembentukan desa Warukia disaat zaman penjajahan Belanda, ada dua orang yang menduduki jabatan sebagai pemimpin adat. Salah satunya sebagai pemimpin dalam bidang pertanian (Dor Tanak) dan pemimpin dalam urusan berburu (Dor Zat). Selain pemimpin adat, Desa Warukia juga dipimpin oleh pemimpin Desa (Dalu) atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Kepala Desa.

Perpindahan masyarakat beserta fasilitas desa dari kampung lama Warukia ke desa Maronggela/Wolomeze terjadi tiga gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tahun 1985, sebagian besar masyarakat dan SDK Warukia berpindah ke kampung Maronggela. Selanjutnya gelombang kedua pada tahun 1986 Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Fatimah Warukia dipindahkan juga ke desa Maronggela/Wolomeze.  Dan terakhir pada gelombang ketiga Gereja Paroki dipindahkan pada tahun 1987 dan selesai pada tahun 1988 dengan ini menutup transmigrasi lokal yang dilakukan oleh masyarakat Warukia.

Sejak saat ini Maronggela sudah menjadi satu perkampungan legal dengan system pemerintahan yang baik namun tidak menghilangkan unsur budaya. Suku Warukia itu sendiri sebenarnya adalah komposisi/gabungan dari dua anak suku yakni Suku Retas dan Suku Poso’.  Terbentukknya Warukia dan Maronggela saat ini meleburkan masyarakatnya menjadi satu. Sekat antara suku Poso’ yang dilambangkan dengan “Lalung” (ayam jantan) dan suku Retas dengan lambing “Nepang” (Naga) hilang. Gotong royong menjadi semboyan yang merasuki setiap jiwa baik dalam pemahaman maupun pada karya nyata.

 

Miniatur Surga Dari Ujung Timur Indonesia

Selaian kaya akan cerita masa lalu, Maronggela juga dianugerahi berjuta pesona alam, sebagian adalah warisan kreasi budaya leluhur, selebihnya adalah ciptaan Tuhan.  Orang-orang  menjulukinya “hidden paradise”. Surga tersembunyi. Perpaduan antara masyarakat pedesaan yang masih memelihara budaya lokal serta ribuan bukit-bukit kecil menyejukkan mata, menjadikan Maronggela tak ada duanya.  Siapa saja yang sempat bersinggah ke Maronggela akan susah melupakan senyuman ramah warga setempat dan pesona indah “bukit teletubies”.

Keindahan ini butuh dilestarikan. Kesadaran warga meski tetap diasah sehingga “sense of belonging” atau rasa memiliki terhadap budaya dan pesona alam ini tidak pudar tergerus oleh kemajuan dunia. Lipa Tala’ (kain adat Maronggela), Sape (tas adat Maronggela), Selempang (syal adat) adalah busana khas yang tidak tergantikan. Busana tersebut memmperkenalkan siapa itu orang Maronggela. Bukit teletubies kebanggaan warga mestinya juga menjadi kebanggan wisatawan.

Maronggela cocok sekali sebagai tujuan pelancong Mancanegara ataupun wisatawan lokal pencinta alam, pemburu senja, sebab dari Maronggela, dari kisah-kisah masa lalunya, dari bukit teletubiesnya orang akan belajar suatu filosfi kehidupan bahwasannya, walau kecil, terlupakan namun tetap melajit, menunjukan kebolehannya. Filosofi bulu ketek “tetap melejit walau terjepit.

 

Penulis           : Krisantus Yustus

Fotografer      : Ennong Gimbal

                                                                                                                                  

 

 

Minggu, 16 Oktober 2022

Ketua Terpilih

 

Ketua Terpilih


Pada hari Minggu tanggal 16 Oktober 2022 kami mengadakan pertemuan OMK tingkat paroki, dalam rangka reorganisir kepengurusan. Saya terpilih menjadi ketua OMK Parma periode 2022-2025, menggantikan pendahulu saya Pak Silvester Ghalo yang baru saja menikah. Tentu pemilihan terjadi sesuai prosedural demokratis yang berlaku di republik ini, bukti bahwa kami 100% Katolik dan 100% Indonesua. Dari 5 calon yang ditawarkan oleh Pastor Paroki dan Pastor Rekan (RD Anis dan RD Engky) yakni Ornes Geli, John Salu, Fredi Ngoba, Dian Reku dan saya sendiri Sintus Bezy. Saya menduduki urutan pertama. Terpilihnya saya bukanlah sebagai suatu kehebatan, tetapi ini semata adalah kepercayaan teman-teman OMK Parma.

Usai pembacaan hasil, MC memberikan kesempatan kepada ketua terpilih untuk mengungkapkan sepatah kata. Yang saya katakan adalah ucapan terima kasih atas kepercayaan teman-teman OMK dan harapan agar bisa bekerja sama ke depannya. Bagi saya menjadi ketua OMK bukanlah hal yang perlu ditakuti, tetapi adalah sesuatu jabatan religius yang perlu diterima dan dilakukan secara baik. Saya tidak pernah takut dan ragu untuk menjadi apapun selagi hal tersebut bisa saya lakukan. Menjadi ketua OMK malah lebih baik lagi sebab saya tentu tidak berjalan sendirian namun tetap dalam sebuah team kerja. Teman-teman saya semua sangat loyal dan siap bekerja serta "orang-orang hebat". Sebab satu alasan sederhana saja yang kami percaya, untuk Tuhan dan sesama, berilah yang terbaik. Entah itu, waktu, ide/gagasan, finansial dan apapun itu, "Do the best you can, and the Lord will do the rest".

Teman-teman OMK, para pendamping serta RD Moderator sendiri menaruh harapan besar di atas pundak kami pengurus baru. Maka langkah konkreat yang mesti dilakukan dalam waktu dekat adalah RKTL agar bisa menyusun program kerja yang baik. Saya gembira sebab rekan kerja saya adalah teman-teman yang sangat kooperatif dan siap mengawal OMK Parma ini ke masa depan yang cerah. Perubahan mesti ada, dan semangat anak muda juga tertampak.

            Akhhirnya, Salam Orang Muda.

 Catatan :

            Senin, 17 Oktober 2022 pagi hari ketika di luar rumah sedang hujan.

Suatu Pagi

 

Suatu Pagi

          Kisahnya bermula dari sini. Sautu pagi saya ditelpon oleh ibu Idak, saat itu saya sedang bekerja di ladang. Ibu Idak menanyakan kepada saya apakah bersedia untuk tugas yang akan dipercayakan kepada saya? Saya sendiri belum mengetahui apa tugas tersebut. Pada dasarnya saya tidak pernah berkata "tidak" untuk sesuatu yang belum pernah saya coba, apalagi ini adalah hal baru dan tentu Ibu Idak tahu bahwa tugas itu pasti bisa saya lakukan. Dan ternyata itu adalah tawaran untuk menjadi seorang tutor (guru) bahasa Inggris di SDK Warukia.

          Setelah saya mengundurkan diri dari ordo OCD pada bulan Maret lalu, saya memang benar-benar pulang kampung dan belum tertarik untuk bekerja di instansi manapun. Saya ingin bebas untuk sementara waktu. Maka bertani adalah pilihan yang tepat. Menjadi petani, saya tidak diatur oleh siapapun, kapan memulai pekerjaanpun tergantung pada diri saya. Kebebasan dalam hal mengatur waktu, itulah prinsip pertama yang saya inginkan. Alasan saya sederhana, sebab saya sebelumnya terikat dengan aturan waktu biara yang begitu ketat. Saya ingin bebas untuk sementara waktu. Itu saja sih.. hehehe

          Ternyata Ibu Idak dimintai bantuannya oleh ibu Kepala Sekolah SDK Warukia yang sangat saya hormati (Ibu Kory) untuk menelpon saya dan menanyakan kesediaan saya  menjadi guru bahasa Inggris. Ibu kepsek sudah ke rumah saya pagi itu, cumun tidak sempat bertemu, saya telah terlebih dahulu ke kebun. Setelah bicara panjang  via telpon, sayapun bersedia menerima tawaran tersebut dan esok harinya mesti ke sekolah untuk membicarakan hal-hal teknis lanjutan.

          Keesokan harinya, saya ke sekeloh SDK Warukia dan berjumpa langsung dengan ibu Kepala Sekolah. Kami bicarakan hal-hal tersebut. Saya bersedia untuk membagi ilmu bahasa Inggris dengan adik-adik SDK Warukia. Tentang roster sayapun akan mengajar pada hari Senin dan Rabu. Sejauh ini, tugas mengajar tersebut saya lakukan dengan baik, meski beberapa hari lain mesti ditukar karena alasan-alasan mendadak. Intinya, menjadi guru itu menyenangkan....

 

Senin, 17 Oktober 2022, pagi hari ketika sedang menunggu hujan redah...

  N a s kah   A ct u s   P a s kah   202                                                 H A R A P AN   T I D AK   PE R N AH   MATI   ADEGAN...