Kamis, 21 Oktober 2021

Aguste Comte

 

Auguste Comte : Positivisme

·        Asal dari Prancis, dia adalah bapaknya Ppostivisme. Kisahnya tragis, dalam kehidupan pribadi, saat Prancis sedang dalam era revolusi, era perbalikan dari maa lalu ke modern. Usulnya monarki konstutusional. Revolusi Prancis menghasilkan 2 kelompok: 1,positivism. Ia aktivis dan sering mengalami penyakit jiwa. Isitrinya yg setia dan mantan PSK yg akhirnya cerai. Ia meninggal karena penyakit lambung.

·        Arah positivisme agak berbagu sosiologis.

·        Positivisme berasal dari kata postiv=factual, makna deskriptif. Bisa dilihat, diraba, dicium. Itulah factual, semua yg tidak bisa diobservasi oleh panca indra.

·        Posotovis mengkritik filsafat Kant das ding an sich. Fenomena adalah apa yg kita lihat itulah fakta sama saja antara semua kita. Berbeda dari pemikiran Kant yang mengatakan fakta yg sebenarnya tidak bisa kita lihat. Pengetahuan adalah apa yg fakta. Kalau tidak fakta berarti tidak bisa mnjadi pengetahuan, sbb pengetahuan harus obyektif.

·        Asumsi-asumsi posotivisme: 1.alam semesta ada aturan main, bersinambung dan teratur. 2.manusia adalah bagian dari alam semesta,  3.semua perilaku manusia itu ditentukan oelh secara alami, 3.pengetahuan berasal dari pengalaman, 4.semua fenomena obyektif itu pasti bisa diketahui, 5. Tiada sesuatu yg “self evident”.

·        adapun beberapa pemikiran Comte yang penting untuk diketahui yakni tentang Positivisme. 



Albert Camus

 

Camus

·         Albert Camus. Filsuf abad 20. Meninggal sekitas 47 tahun. Org miskin kelahiran aljazair dan sakit-sakitan, TBC. Menikah 2 kali. Banyak memiliki surat cinta. Tahun 57 mendapakan nobel sastra. Temannya Sartre, Simone. Dia disebut sebgai penulis esai, bukan eksistensisalis. Pernah ikut eksistensialis.

·         Absurditas: pidato saat menerima nobel perasaan apa yg aku rasakan saat menerima kehormatan ini, pada saat yg sama banyak penulis lain yg tidak diijinkan untuk bicara, tanah air yg dijajah Prancis.

·         Absurditas hidup: apa tujuan hidup ini, apa maknanya, bagaimana kejelasan hidup ini. Hidup kita ini tidak pernah kita minta, tidak pernah diharapkan. Ada jarak antara idel-idel kita dan tidak sesuai dengan kenyataan. Heideger kita sering terjatuh dalam faktisitas. Ada jarak antara. Absur itu adalah konfrontasi antara dunia yg irrational dan kerinduan hebat akan kejelasan yg panggilannya menggema di kedalaman hati manusia. Dalam hidup ada absurditas, ketidakpastian.

·         1.Absur=absurdus=tuli atau bodoh, 2.konflik antara kecndrungan manusia yg mencari nilai dan makna dalam  hidup sekaligus, ketidakmampuanya untuk menemukan. Absur bukn dlam arti logika, tapi humanis. 3.absurdisme adlah aliran yg mnyatakan bhwa upaya manusia untuk mencari makna tedalam dari hidup ini adalah absur atau gagal.

·         Perasaan absurd: 1.konflik antara dunia ideal dan realitas. 2.absurd ingin memahami hidup ini sedalam mungkin tapi kenyataan tidak sampai di sana, tidak terjangakua. 3.kodrat manusia ingin mendapatkan kebenaran yg seluruhnya tapi selalu tidak seperti itu. Sehingga manusia etap mencari, padahal misteri.

·         Quote:1.you will never be happy if you continue to search for what happiness consists of. You will never live if you are looking for the meaning life. 2.nobody realizes tha some expend tremendous energy merely to be normal. 3.man is always prey to hid truths. Once he has admitted them, he can not free himself from them.

·         Mythos sysypus: putra raja mayolus, disiksa Zeus dan masuk neraka, dihukum batu ke atas dan batu jatuh lagi dan dorong lagi. Hidup kita absurditas, mutar-mutar dgn yg lagi. Camus: syspus tidak stress tapi menikmati. Bayangkan bahwa sisipus itu bahagia. Quote: should I kill myself, or have a cup of coffe?

·         Mengadai absurditas : 1.suiceide, putus asa, dan bunuh diri (pengecut) lari dari eksistensi. 2. The leap of faith, Cari sandaran agama dan lain2, bunuh diri filosofis yg dibunuh adalah akal, menolak kemampuan individu untuk mencari makna secara ratiaonal. 3. Valid solution a. menerimakenyataan yg tidak bermakna ini dgn b. memberi makna baru.

·         Makna hidup a. hidup ini tak bermakna, b. makna diberikan dari institusi yg lain. Menurut camus berikan makna versi anda sendiri, eksis jadi dirimu sendiri dan hidup anda berharga versi anda sendiri. Jika tidak cocok maka berikan makna lain lagi. Aku selalu percaya bahwa hidup ini tidak bermakna, tapi aku percaya bahwa ada makna sebb ada manusia, sebb manusia yg menempelkan makna. Peristiwa adalah peristiwa dan yg menempel makna adalah manusia.

·         Pelarian: 1.banyak org yg lari dari absurditas, maka dia tidak akan sanggup menghadapainya. Act of elution, bnyak org yg lari dari kenyataan hidup dan memegang apa yg dia percaya. 2.fredom, bebaslah dari belenggu yg selama ini yg mengikat absurditas anda. Acceptance without resignation. Mnerima tanpa menyerah. 3. Freedom is nothing but a chance to be better.4. menghadapi ketidakbebasan maka bebaslah sebab pada dasarya anda adalah pemberontakan. Tindakannya adalah pemberontakan.

·         Harapan. Jangan berharap, org yg punya harapan adalah org yg hidup di masa depan, sehingga tunggu masa depan. Ideology pengharapan. Org termotivasi untuk hidup hari ini. Terlau bnyak harapan maka anda tidak faith. He who despairs of the human condition is a coward, but he who has hope for it is a fool. Org yg putus asa menghadapi manusia hari ini itu pengecut epi org yg memilki harapan itu bodoh. Cari novel2 camus.

·         Pemberontakan 1. I rebel therefore I exist. Sy memberontak maka saya ada. Munculnya diri anda ketika anda memberontak.

·         Moral dan integritas. Tindakan absur adalah amoral bukan inmoral. Amoral diluar moral. Maka isilah dgn nilai2 moral versi anda, dan di situlah terlihat integitas diri anda. Lihat situasi.

·         Novel the fall: org sellau mengatakan bhw aku yg bnar, pdahal dia bisa salah, percayalah bhwa kamu mungkin slah, aku mungki kelliru.

·         “setiap org istimewa, selalu komplain, selalu merasakn dirinya benar”

·         Kritik: absurditas datang dari mdernisme, budaya mekanisasi, kita kayak robat dan di atur. Hiup kita ini monoton. Selalu mekanisasi hidup, rutinitas, selalu mempertahankan idela yg tidak sesuai dgn realitas.

·         Puisi Camus, my dear, in the midst of hate, I found there was, within me, an invincible love. In the midst of tears,  I found there was, within me, an invicible smile. In the midst of chaos, I found there was, within me, an invicible calm. I realize through it all that….. in the midst of winter, I found there was, within me, an invicible summer. And that makes me happy. For it says that no matter how hard the world  phuses against me, within me, there’s something stronger-something better, pushing right better. Falsely yours, Albert Camus.

·         Quote: 1.people hasten to judge in order not to be judge themselves. 2.to be happy, we must not be too concerned with others. 3. Don’t believe your friends when they ask you to be honest with them. All they realy whant is to be maintained in the good opinion they have of themselves. 4. I don’t want to be genius, I have enough problems just trying to be a man. 5. Don’t walk infront of me…. I may not fallow. Don’t walk behind me.. I may not lead. Walk beside me, just be my friend. 6. Some people talk in their sleep, lectures talk when other people sleep.

Pierre Bourdieu

 

Pierre bourdie Teori Arena oleh Harytmoko

·         Haitus, capital dan arena.

·         Teorri strukturasi adalah syarat-syart untuk mempertahankan atau perubahan struktur2 sosial

·         Habitus adalah hasil internalisasi lingkungan dan jika sudah di

·         Empat konsep a. habitus = mengatasi dikotomi sosial dan masyarakat. Habitus kalau sudah didapat maka sulit dilupalkan.  B. capital = antara mendominasi atau didominasi, tergantung kemampuan penempatan capital. C. arena= tempat dimana kata selalu bersaing dalam masyrakat, pekrjaan, pendidikan. Bahasa subversive, jika anda pernah dipojokan nanti akan memojokan. Kemampuan kita menempatkan capital antara mendominasi atau didominasi. Distintion= biasanya jika tidak ada yg bertanya ttg apapun pada dirinya dia yag akan pertama-taama bertanya kepada orang lalu mulai mendefenisiskan dirinya,. E. kekerasan simbolis, korban mengorbankan jadi korban.

·         Jika anda benarpun jadinya salah maka itu adalah ciri-ciri kekerasan simbolis, ketika anda minder, takut.

·         Habitus adalah kesadaran afektif dan praktis.

·         Tiga sifat habitus a. histeris , transmisi habitus biasanya paling implisit. B. resisten c. ilusio

·         Capital ekonomi, budaya, sosial (agama)

Husserl

 

Edmund Husserl

·         Latar belakang : cerita ttg raja yg ingin berubah maka, pakailah kaca mata hijau. Memakai kaca mata sendiri supaya bisa lihat realitas secara baik.

·         Fenomena, (penampakan). Husserl ahli matematika, ilmu alam, filsafat.

·         3 hal kritiknya a. naturalisme (yg benar adalah yg masuk akal, yg ada faktanya,  terlalu positifistik, obiektivikasi, faktualisasi, naturalisasi) b. psikologisme (naturalisme yg diterapkan pada manusia. Melihat manusia secara ilmu alam, padahal manusia tidak bisa diprediksi), melihat manusia seperti alam, hnya dilihat fisiknya.  c. historisisme, (serba historis, subyektif, seggala sesuatu selalu dilihat dari asumsi subyektif).

·         Fenomeologi: (Yunani fenomenon = apa yg tampak, yg kita lihat, yg kita alami, yg kita pahami, yg kita rasakan. Fenomenologi apa yg tampak bagi kita dan kita pahami (apa yg bisa kita sadari).dia bisa kita phami, tampak di depan kita, dan masuk ke kesadadran kita.

·         Fenomenologi: filsafat dan metodologi.

Sebagai filsafat: a. hermenuetik fenomenologi, b.transendental fenomenologi, c.eksistensial fenomenologi.

Ide awal fenomenologi adalah dari Plato, analogi  gua.   Beda antara sesuatu yg apa adanya dan sesuatu yg kita alami. Realitas vs pengalaman kita akan penampakan.

·         Penampakan bukan hekakatnya.

·         Pertanyaan : bagamaina kita bisa mengetahui sesuatu secara apa adanya.

·         Fenomenologi huserll : yg memperlajari apa yg tampak/apa yg menampakan diri. Kant : sllu realitas versiku. Husserl : realitas ada dialog pandangan saya dan obyek. Ada dialektika di situ. Kesadaran itu dialektis antara kesadaran kita dan  realitas itu. Manusia memang bebas mengatakan apa yg dilihatnya tetapi harus disesuaikan dgn apa barang itu.

·         Kant noumena-fenomena, Husserl noesis-noema.

·         Noesis = obyek dari kesadaran (barangnya), noema=kesadarn kita ttg obyek.

·         2 sikap hidup: a. natural =menganggp bhw subeyk dan obyek terpisah, b. fenomenologis = obyek yg tampil dalam kesadaran obyek (menetralkan).

·         Dua asumsi fenomenologi Husserl, a.pemahaman yg bersifat fenomenologis, subyektif (kesadaran yg ada di pikiran kita itulah yg menentukan realitas), setiap subeik menangkap sendirir sesuai kesadaran. B. intensionalitas. kesadaran selalu mengarah ke sesuatu dan ttg sesuatu.

·         Kesadaran 3 syarat: a. orangnya terbuka (dirimu harus terbuka dan jgn terlalu membuat dirimu terlalu penuh), b.sifat intesnsionl, c.aktif .. contoh palunya sama tapi kesadaran tiap orang yg berbeda maka yg membedakan bukan obyeknya tapi kesadaran orang yg berbeda. Hal itulah sebagai makna.

·         Makna berearti tampilnya realitas dalam kesadaran seseorang yg melahirkan makna. Kesakralan gereja tampil dalam dirimu bukan dari masjid itu. Setiap orang yg memaknia sendiri-sendiri. Lampu merah kita memaknai sebgai tempat berhenti. Makna lahir dalam kesadaran obyektif.

·         Dari makna pemahaman biasanya diekspresikan, setelah kita paham makna kita deskripsikan fenomena, maka ia menciptakan obyek baru. Jika kita mengekspresikan makna kita maka kita menciptakan sesuatu.  Memakna sesuatu bearti mnciptkan sesuatu yg baru sesuai dalam tampakanmu. Setiap lihat sesuatu kita menciptakan sesuatu.

·         Transendensi : saat manusia mengamati sebuah benda dalam ruang, maka hanya salah satu aspeknya yg tertangkap, transedensi, misalnya kamu melihat sisi meja bagian atas, kamu juga sudah mengandaikan bentuk meja itu seperti apa. Jika kamu satu pasangan masuk kamar yg sama kamu bsa menyimpulkan. Logika transedental, melihat realitas kita sudah melakukan transendensi.

·         Logika transcendental. Tidak terpakau pada makna bakunya. Berkaitan dgn duni di luar dirinya dan itu tak terbatas. Menyimpulkan sesuatu tidak terpaku pada profil yg kita tangkap tapi melihat hubungannya dgn fakta itu.

·         Kebenaran tidak ada batasnya, tergantung konteksnya, syaratnya, apanya. Kebenaran itu terlihat darimana dulu hubungannya.

·         Kita bersihkan segala kesadaran ini. Maka perlu pembersihan diri, intuisinya secara murni.

·         Original Intuition: carilah hakekat dgn cara reduksi : 1.reduksi fenomenologis (mngisingkan semua praanggapan, prapersepsi, asumsi keliru jika kita bertemu dengan obyek, kita bersihkan prasangka supaya bisa dapat pengethuan obiektif 2.reduksi eidetis, semua yg bukan eidos dari inti sari dikurungkan dahulu atau disingkirkan dulu.  Fenomenologis (orangnya), eidetis (barangnya). Temukan inti atau hakekat. 3.reduksi transcendental, menyingsingkan segala sesuatu yg sudah ada dalam pikiran anda, subyektifitas anda, cara bacamu, supaya murni.

·         Heideger hermenuitik fenomenologi, huserl transcendental fenomenologi, Sartre eksistensial fenomenologi.



Krisis ilmu dan Fenomenologi

·         Pembicara :ito prajna nugroho, teaater utan kayu, jumat 27/9/19, jam 19-21

·         Akan dibahas ttg fenomenologi dan krisis ilmu

·         Tren filsafat abad 20/21 yg akan merujuk pada filsuf ini, dalam buku (crisis of sinsce.

·         Saat itu ada retak antara ilmu alam dan ilmu kmanusiaan

·         1 Ilmu kemanusiaan biasa mengadaptasi ilmu2 alam, ilmu kemanusiaan yg mengadattasi.

·         2 kemjua sains talah mebawa ke perang duni II

·         3 filsafat justeru memburuk sbb mengadaptasi ha yg sama, (august comte=posifistik), patahan antara manusia yg berdarah daging dan manusia bebas.

·         Siapa itu Husserl. Husserl belaar filsafat, murid: derida, levinas, heideger. Dia terlahir sbgai org Yahudi dan mengalami masa2 awal nazi, dia bahkan perlu diawasi pemikirannya. Husserl tidak pernah menulis karya lengkat, sebab semua yg ditulisnya hanyalah pengantar, dia menulis secepat dia berpikir.

·         Metodologi fenomenologi : saat itu org sdg dlm masa membosankan ttg berbagai ideology yg berkembang saat itu. Dari fenomenologi ini, muncul eksistensialisme, marxis fenomenologi, postmodern. Fenomenologi, logika of fenomena. Husserl membangun system fenomena, struktur.  Ssitem fenomenal. Fenomena = sesuatu yg tampak. (kesadaran sebagai sebuah peristiwa) termasuk obserfasi, dan kesadaran selalu bersifat intensional. Metode yg dipakai adalah metodologi intensional (fenomenologi sebgai metode).

·         1.Intensionalitas=keterarahan pada suatu obyek. Obyek adalah bisa benda, orang lain, bisa konsep dang gagasan, imajinasi, fantasi, kekosongan, diri sendiri (ketika anda berpiir ttg diri anda sebagai or yg berpikir). Inilah konsep inti fenomenologi.

·         Degan skema linear dalam konsep waktu, berarti masa lalu bisa dihidupkan lagi masa kini, dan bisa dibentangkan ke masa depan. Hal ini berlawanan dengan sejarah.

·         Intensionias kesadaran=ketarahan.

·         2.dunia pengalaman mendahului dunia metode. Husserl selalu menulis dalam orang pertama tunggal.karena dia mau menekankan aspek subyektifitas. Kita tidak boleh menghindari subyektif.

·         Kebenaran itu perspektif dan subyektif. Mtematika = obyektifitas adalah relasi itersubyek. Tidak ada obyek murni dalam diinya sendiri. Fenomenologi dipakai oleh arsitektur.

·         Husserl mengkiritik dunia representative, mengapa kita mengagumkan metode dan kita menjadi bagian dari metode. Yg dimaksud dgn krisi ilmu eropa adalah kritik terhadap ilmu modern, ilmu modern. Krisinya adalah yg disebut sebg obyek, subeyk ,dunia, terkerucut dlm satu defenisi. Dilihat sbg fakta bukan obyek.

·         1.terjadi perubahan cara pandang, penyempitan cara berpikir. Ilmu2 tidak saling dialog satu sama lain. Semua terjadi penyempitan

·         2. Terjadi penyempitan

·         3. Segala sesuatu terbatas, sekedar yg tampak. Jgn bicaa apa yg dirasakan dll org lain sbb anda tidak tahu.

·         4. Fakta yg benar dan real, jika tidak maka tolaklah itu. Ilmu sering tidak menjadi kritis terhadap diri sendiri. Padahal metode sains hanyalah salah satu rumusan dari berbagai bentuk rumusan lain. Anda memamahami seusatu lalu anda rumuskan dalam kesadaran.

·         Sejak masa modern terjadi matematisasi dunia, kuantifikasi, yg bisa dihitung, diukur. Terjadi patahan antara fakta dan nilai, fakta=sesuatu yg ada, nilai=pegalaman kita ttg fakta. Semua metode yg kita pakai selallu terihat nilai.

·         Husserl membawakan diri sebagai Gallileo.sejak galileo terjailah moderniasai. Matematis dunia sehingga terjadi saling lepas antara patahan sains dan filsafat. Kehilangan dari fondasi, pneympitan cara berpikir. Fisika tdk bisa menjelaskan aspek subyek yg selau mempengaruhi obyek. Husser obyek asalah sah sesuatu itu benar. Tapi legitim sealu ada dasar subyek. Legal=rumusan obyek, legitim =subeik

·         3 hal menurut Husserl obyek =berbagai hal yg memberikan diri, obyektifitas (rumusan org tertentu yg memberikan diri, fakta=penafsiran yg lebih sempit ttg suatu obyek. Faktanya adalah bagaimana anda menafsir ttg mimpi itu, subek= dasar yg menjadi landasan kita bisa omong.

·         Fenomenlogi=pegarahan metode lebih kepada subyek.

Tetaplah berfilsafat supaya anda ttp hidup di dunia.


jika ada pengetahuan baru akan saya tambahkan lagi.

Sabtu, 16 Oktober 2021

Ekspresi Jiwa yg sedang merana

 

“Ekspresi jiwa yang sedang merana”

Absurditas…….

    Apa aku harus menyerah? Tidak oh… tidak. Aku tidak menyerah terhadap keadaan, masih ada pilihan kedua, masih ada pilihan keempat, masih ada pilihan kelima, masih ada pilihan keseribu satu. Selagi masih bernafas selama itulah pilihan tetap ada, sejauh itulah perubahan masih mungkin. Walau itupun tidak menuntun kepada penemuan makna, paling tidak pilihan baru mengajarkan betapa berharganya pilihan yang sudah ditinggalkan. Semakin kuatlah manusia, mengapa itu terjadi? Keberanian untuk memutuskan yang keduakalinya menjadi seuautu yang sangat diapresiasi.

          Apa arti menjadi seorang manusia jika itu hanya untuk menyenangkan orang lain. Apa arti menjadi ayah yang tekun bekerja hanya supaya isteri dan anaknya tidak mengatakan tak bertanggunjawab. Apa arti menjadi seorang ibu yang siap sedia melayani keluarga hanya karena tidak ingin dikatakan tak paham apa arti menjadi ibu oleh suami dan anak-anak? Apa arti menjadi seorang anak jika hanya hidup untuk menyenangkann orang tuanya? Bermenunglah saudara……Apa yang saya katakana ini nyata, ketika semua kehilangan nilai, ketika absurditas melanda kita, ketika nihilisme memorakmorandakan situasi batin kita. Ketidak bermakanaan, yah ketidakbermaknaan yang terjadi.

          Benarkah manusia terlahir untuk menjalani hukuman? Dosa Adam yang kita tanggung? Tidak … ini dosa generasi kita.

          Dunia sudah semakin jauh berkembang bahkan melupakan manusia. Nilai universal dipertentangkan dan tidak ada nilai universal. Apa yang ada, pluralitas nilai, realtivisme kebenaran. Tidak ada instansi tertentu yang berhak menentukan kebenaran. Gradasi nilai kehilangan pemiliknya. Masing-masing individu dan kelompoknya menganggap diri benar dan itu yang diperjuangkan dalam politik identitas. Relativisme kebenaran itu nyata, apa gunanya lagi belajar? Jika semua hanyalah sia-sia. Pengkotbah dalam hal ini benar. Segala sesuatu sia-sia belaka. Segala sesuatu sia-sia belaka.

          Ini bukan jeritan suara tertekan, tapi ini adalah ekspresi meaningless. Bukan juga kejahatan terencana tetapi ini pengalaman eksistensial, entah percaya atau tidak. Segala sesuatu tidak bermakna lagi. Pesimis???? Tidak!!!! Terlampau  optimis mengejar suatu hal padahal tidak bermakna. Hehehe. Kebingungan yang ada, hedonisme, materialisme, mengekang eudaimonisme, idealisme. Kenyamanan tatan menyembunyikan berjuta kebobrokan. Cinta akan ketidakbenaran itulah kita. Lalu apa? Apa? Dan Apa?

          Ketiadaan, kehampaan, kekosongan, absurditas.

          Kreativitas hanya terjadi ketika orang tidak sedang dalam depresi. Banyak yang berkreasi sesuai bidangnya disaat suasana dan situasi mendukung, yaitu ketiadaan tekanan. Tekanan adalah pengalaman psikologis dimana seseorang tidak merasa bebas dengan apa yang sedang dialaminya. Nah, keativitas tidak terjadi dalam depresi. Tekanan bisa dating dari luar, dari lingkungan dan sosialitas yang merasuki jiwa seseorang sehingga membuat dirinya depresi. Namun tekanan juga muncul dari lubuk hati terdalam masing-masing individu, ketika apa yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntutan, ketika apa yang diinginkan tidak memenuhi harapan. Ketika itulah tekanan menekan. Krerativitas menjadi sirna, segala sesuatu sia-sia. Sisipus tidak pernah sampai kepuncak Olimpus, lantas batu itu kembali ke lembah. Sisipus baru saat ini banyak.

          Pilihan kedua adalah keberania Sisipus untuk mendorong sekali lagi batu itu ke puncak. Sispus menjadi kuat.

          Putuskanlah untuk yang kedua kalinya, jikapun keputusan itu salah anda sudah mengalami dalam hidupmu bahwa ada suatu hari aku salah memutuskan. Bukankah semua absurd? Tetapi mengapa Sisipus masih terus berusaa menggulingka batu itu ke puncak? Dia tentu tidak bodoh, dia adalah seorang dewa, dia tentu tidak bisa disebut tak bijaksana, dia adalah raja pengetahuan tentang apa itu kebijaksanaan.

          Satu hal yang membuat Sisipus terus berjuang adalah agar mebuat dirinya semakin kuat, ototnya terus berisi. Semakin kualah dirinya mengahdapi ketidak bermaknaan hidup ini. Dia tidak pernah bisa mati karena esensi kekekalannya, tidak dapat menghidari dari hukuman itu, sebab kemanapun dia pergi tetap ada hukuman di sana.

 

Oleh: Sintuz Bezy.

Penfui, 08-11-2018

 

Tipu Itu Apa?

 

Tipu itu apa?

            Salah satu kemampuan yang manusia miliki yang tidak dimiliki oleh binatang adalah kemampuan menetukan pilihan atau kemampuan memilih. Dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan dengan realitas dimana mau tidak mau dia harus memilih mana yang boleh dia lakukan dan mana yang tidak harus dia lakukan. Manusia yang memiliki rationalitas atau kapasitas intelek yang baik pasti akan menentukan pilihannya berdasarkan refleksi yang panjang dan mendalam sehingga dalam memutuskan dia tidak salah. Itulah manusia yang sangat luar biasa melebihi berbagai spesies lain di bumi ini.

            Tetapi terkadang ada juga yang salah memilih, yaitu ketika sekian lama dia menjalani pilihannya, lalu merasa tidak cocok lagi dan tidak nyaman lagi dengan pilihan itu. Dia merasa bosan. Dia merasa tersiksa dan dia merasa merana serta terjebak dengan pilihan yang dia putuskan.  Apakah dia salah memilih?  Arend katakana bahwa, kekacauan seperti ini terjadi karena manusia tidak total dalam berpikir. Totalitas pemikiran itu sangat penting, yaitu dalam menetukan pilihan harus tahu apa unutng ruginya, baik buruknya serta benar salahnya. Dengan totalitas berpikir inilah maka manusia siap menjalani pilihannya tanpa takut resiko  yang sangat besar.

            Adalah seorang berinisial A R, dia memilih untuk melakukan hubungan seks dengan kekasihnya. Entah ini hasil rayuan kekasihnya atau karena paksaan, tetapi memang semua harus atas persetujuan dirinya. Dia yang memilih untuk melakukannya atau tidak. Dan dia bebas. AR lalu memutuskan  untuk melakukan hubungan badan dengan pacarnya itu. Beberapa bulan kemudian, hasil hubungan badan itu tampak. Dia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. AR terjebak dalam pilihannya. Sebelumnya dia ingin menggugurkan kandungannya tetapi dia tidak tegah membunuh buah hatinya. Terpaksa harus melahirkan seorang anak. Tetapi karena dia masih kuliah dan masih harus mewujudkan mimpi-mimpi besar dalam hidupnya, maka dia tidak ingin orang lain termasuk orang tuanya mengetahui bahwa dia sudah punya anak. AR lalu merahasiakan dari orang-orang terdekat sekalipun. AR yang kuliah di tanah Jawa itu, lalu menjadi gadis yang menyendiri dan menghindar dari teman-teman sekampungnya, serta tidak sering menonjolkan diri seperti pada masa-masa ketika dia belum meiliki anak. Yah dia terjebak dalam pilihannya.

            Suatu ketika AR berjumpa dengan orang yang sangat dia sukai, sangat dia fans sejak kecil. Orang tersebut berinisial SB. Mereka berjumpa pada suatu acara wisuda temannya. SB kuliah di tanah Timor dan dia seorang calon imam. Mereka berjumpa di Timor. SB seperti biasanya juga kepada orang lain, dia selalu menunjukkan seyumannya dan menyapa orang-orang tersebut apalagi AR yang sangat dia dambakan. Memang SB ini sejak dulu memiliki rasa terhadap AR, tetapi semua terjebak dalam ruang dan waktu yang berbeda. Setamat SMA SB masuk seminari dan AR entah kemana. Mereka saling tertarik sejak kecil tetapi tidak saling mengungkapkan hanya memendam perasaan satu sama lain. Perjumpaan itu benar-benar menggetarkan. SB selama ini hanya menitikan salam-salam manisnya melalui teman AR yang sering dia jumpai. Tetapi yang semua terjebak dalam ruang dan waktu yang berbeda.

            Malam itu, semacam malam penuh misteri. Penuh cinta, aura kasih. Semua bercampur. SB yang menyapanya pertama. Dan semua kaget. Mengapa bisa saling berjumpa, tanpa rencana, dan tanpa duga, semua berjumpa satu sama lain. Moment terindah malam itu dan AR serta Sb hanya merasakan dalam hati. Mereka tidak saling mengungkapkan dan hanya berbasa basih tentang hal-hal yang tidak penting, hal-hal remeh temeh. Itu saja. SB lalu meminta no WAnya. AR pun sontak member. Dan mereka janjian untuk berjumpa. Mereka harus berjumpa. SB tahu dan selalu mencari tahu tentang AR, melalui akun IGnya. Tetapi dia tidak berani untuk like atau mengirim pesan dll. SB hanya melihat dan melihat. Dia memang meiliki rasa, sejak kecil. Teatpi SB tahu dan berpikir bahwa tidak akan mungkin dia mendapatkan AR, apalagi setelah dia tahu bahwa AR memang pacar dengan sepupunya. Hal ini tambah membuat SB berpikir tidak akan mungkin dia bisa sekedar ungkapkan perasaan kepada AR. Semua sudah terjadi, sudah dan sudah.

Kenapa harus berjumpa? Apa maksud semua ini? Mengapa harus berjumpa? Konyol, sial. Hmmmm. Mengapa harus berjumpa??? SB tidak habis berpikir, mengapa mereka harus berjumpa???? Hah??? Yah, dua hari kemudian AR baru membalas SMS singkat SB dan janji untuk bertemu lagi. Katanya, engkau datang saja dan jelaskan kepada saya, mengapa hati saya selalu berdegub kencang ketika mendengar namamu? Itu kata-kata yang AR kirim via SMS. SB memang tidak ingin berbicara lagi tentang cinta, cinta, cinta bodok itu. Karena dia tahu apa yang terjadi dengan cewek-cewek sekarang, sangat sulit mempercayai kalau mereka jomblo, banyak yang gonta-ganti pasangan, seks bebas dll. Dan dia tidak ingin berbicara tentang cinta bodok itu. Dia memang memendam rasa terhadap AR, tetapi baginya itu percuma kalau diungkapkan. Karena AR tidak seperti yang dahulu lagi yang dia kenal ketika kecil. Saat itu AR masih sangat cantik, murni, lugu dan tak tersentuh. Dan dia selalu gugup berjumpa dengan AR. Saat ini tidak mungkin AR masih seperti yang dia kenal dahulu, dia sudah dewasa, sudah mandiri dan sudah berbeda dalam berbagai aspek. SB tidak mengungkapkan perasaannya. Dia memang pandai memendam rasa, dan dia sudah terlatih unutk memendam rasa. Yah, mereka berjumpa yang kedua kalinya. Semua terjadi apa adanya, berbicara tentang politik, sosial dll. Semua berjalan begitu saja. Mereka berdua berusaha untuk menyendiri dan berbicara hal-hal privat, tetapi SB selalu berusaha membelokkan rasanya dan memilih topic-topik pembicaraan yang umum saja. Begitulah.

SB merasa ada sesuatu yang berbeda dari AR, entah itu rasa atau apa. Tetapi memang AR berbeda, dan menyembunyikan berjuta rahasia. Bukan soal cinta tetapi soal hiup. SB mengirim pesan tertulis bahwa “Aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepadamu tetapi mengapa itu sangat sulit.?”  SB ingin mengungkapkan rasanya yang terpendam tetapi selalu saja sulit dia lakukan. Apa mungkin karena stattunya atau karena dia berpikir hal itu terlau terlambat untuk diungkapkan, tetapi memang sangat sulit untuk diungkapakan. SB memang rindu bertemu AR, tetapi saat berjumpa dia selalu gugup dan takut dan entahlah perasaannya aneh sekali. Hmmmm, AR selalu menarik dan tetap menarik untuk didekati dan yah dia gadis periang yang punya banyak kemampuan dan talenta serta pengetahuan. AR mengapa yah? Saya ingin mengatakan sesuatu tetapi itu sulit bagi saya. Mengapa? Saya rindu berjumpa dirimu dan ingin berada bersamamu, tetapi saya selalu gugup berada depanmu. Kata SB.

 

Penfui, Kupang 29/12/18

Sintuz Bezy

Menjadi Pastor???

 

Menjadi Pastor?


    Jujur, ini pengalaman personalku. Aku masih tetap menjadi manusia. Aku bahkan semakin menemukan diriku bahwa aku adalah manusia. Menjadi pastor bagiku adalah usaha untuk berpura-pura tidak menjadi manusia lagi. Karena menjadi pastor berarti  beralih dari kenyataan dunia ini, bersembunyi dari fakta-fakta yang seharusnya dihadapi. Menjadi pastor itu adalah seni berpura-pura.

Sejak bergabung ke biara OCD 2012 lalu, aku merasa terpenjara. Memang ini pilihan bebas. Bukan atas kehendak siapa-siapa tetapi atas pilihan bebas saya atas kehendak saya, atas kemauan saya untuk bergabung menjadi Karmelit. Menjadi seorang biarawan Karmel tidak susah sebenarnya, para frater dan pastor hanya diminta untuk menjalani aturan yang tertera dalam konstitusi. Konstitusi adalah dewa, bahkan menggeser peran Tuhan. Konstitusi mengatur hingga hal-hal privat, semua terkendali, semua terarah dan semua terbuka. Konstitusi itu sangat rational, dapat dipahami, setiap canon selalu ada penjelasan yang rational. Dan kami diminta untuk menaati konstitusi, semakin hidup sesuai konstitusi semakin karmelitlah orang tersebut.

Aku terus berefleksi, benarkah hidup sekejam itu. Benarkah itu bisa menjanjikan kebahagiaan.? Benarkah bahwa keselamatan akhir zaman terjamin dengan menjalani secara buta konstitusi biara? Tidak! Ini kebodohan yang sangat besar. Aku tahu, ini adalah aturan yang tidak memanusiawikan. Banyak hal dikekang dengan tawaran suatu idelisme tetang surga yang menyenangkan.  Tidak boleh punya milik pribadi, semua barang biara menjadi milik bersama dan digunakan untuk kepentingan bersama. Ini semacam komunisme.  Tidak boleh punya isteri, karena adaya isteri akan menghambat pelayanan kepada banyak umat. Kebebasan apapun harus disesuaikan dengan konstitusi, jadi anda tidak bisa menjadi terlalu hebat dan tidak boleh juga menjadi terlalu lemah, harus seimbang walau anda ingin lebih dan walau anda lemah.

Tujuh tahun ini aku jalani, segala sesuatu diikuti seperti seharusnya. Banyak hal yang aku lakukan hanya sebagai asal-asalan saja agar posisiku terjamin. Machievelli, benar juga: kita boleh menggunakan berbagai cara, yang penting posisi kita aman. Tujuh tahun penuh derita, kehilangan masa mudahku, kehilangan cinta seorang gadis, kehilangan orientasi hidup. Yah aku diindoktrinasi, diiming-iming dengan surga yang mungkin utopis itu. Persoalan sekarang aku terjebak dalam pilihan yang tidak membebaskanku ini. Yah, dalam biara semua terjamin, makanan, pakaian, rumah, sarana prasarana semua terjamin. Tetapi apakah hati terjamin.? Aku yakin banyak yang tersiksa dengan kehidupan biara. Banyak yang berpura-pura baik, padahal dalam hati semua berbanding terbalik, semua tidak sesuai dengan apa yang diidealkan dalam biara. Aku tersiksa, saat ini dan di sini, walau aku terkadang tidak yakin apakah di luar sana kebebasan lebih besar daripada dalam biara..? itu tidak penting, yang paling penting bahwa aku tidak manusia lagi, aku sudah menjadi malaikat hidup di bumi ini. Aku sudah menjadi terlalu suci untuk tidak bisa berbuat dosa lagi, aku sudah menjadi terlalu hebat untuk tidak berbuat salah lagi. Apakah itu manusiawi?

Manusia adalah binatang yang berakal budi kata Aristoteles. Jadi semua aspek dari diri manusia secara personal itu sama dengan binatang, hanya manusia diberikan akal budi saja. Itulah yang membedakan dirinya dari binatang. Karena manusia itu adalah binatang maka dia masih memiliki kehendak untuk kawin dan dikawinkan, masih punya insting untuk hidup bersama, bahkan diberi ratio lagi dia tahu bagaimana cara untuk menjaga spesiesnya dengan cara yang rational. Manusia butuh cinta, hubungan dengan orang lain. Pertanyaan sekarang mengapa manusia yang adalah binatang berakal budi ini malah dibatasi lagi untuk tidak menikah, untuk tidak  melakukan perbuatan-perbuatan yang dikehandakinya? Menjadi pastor itu membatasi esensi manusiawi. Dan tidak manusiawi.

Di akhir tahun 2018 ini aku berjanji bahwa aku akan berusaha untuk menemukan kamanusiaanku lagi, apapun yang terjadi. Kebebasan adalah ketika aku berani untuk mengakhiri kepura-puraan ini, ketika aku mengatakan stop terhadap topeng kehidupan, terhadap sandiwara yang coba aku mainkan. Kehidupan yang benar dan seharunya bagiku adalah ketika aku bukan menjadi seorang calon pastor lagi. Apapun yang terjadiiiii…….

 

Penfui, Sabtu, 29-12-2018

Sintuz Bezy

  N a s kah   A ct u s   P a s kah   202                                                 H A R A P AN   T I D AK   PE R N AH   MATI   ADEGAN...